Pentingnya Manajemen Sistem Informasi

Dalam suatu perusahaan, manajemen suatu informasi sangat penting dilakukan. Ini bertujuan untuk mengelola suatu perusahaan melalui terjaga dengan baiknya sistem informasi pada suatu perusahaan. Hal ini ditujukan untuk perusahaan agar dapat mempertahankan hidupnya dari kerasnya teknologi yang berkembang. Pasalnya keberadaan dokumen perusahaan sangat penting untuk diamankan dari segala kemungkinan terburuk seperti pencurian data perusahaan atau penyalahgunaan data perusahaan oleh suatu oknum dalam perusahaan itu sendiri.

Pengertian dan Peran Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Sistem Informasi manajemen bisa diartikan kegiatan berupa interaksi pada sistem informasi yang bertujuan untuk mengelola data perusahaan serta mengumpulkan data untuk menghasilkan hasil berupa informasi yang akan sangat berguna bagi manajemen suatu perusahaan dalam rangka meningkatkan kemajuan perusahaan. Tidak hanya itu saja, sistem manajemen ini akan memudahkan perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat terhadap suatu permasalahan.

Proses manajemen informasi ini didukung dengan teknologi terintegrasi untuk mendukung fungsi manajemen dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini tidak hanya dibutuhkan SDM atau visi dan misi perusahaan namun juga perlu adanya sistem yang lebih canggih untuk meringankan tugas bagi para staf perusahaan melalui sistem informasi manajemen berbasis komputer.

Peran sistem informasi manajemen sangat besar bagi kelangsungan perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang semakin berkembang pasti akan ada kondisi suatu perusahaan semakin rumit dan kompleks.Ini bisa disebabkan karena adanya persaingan bisnis antar perusahaan satu dengan perusahaan lainnya sehingga berbagai pertimbangan dan pengambilan keputusan harus dilakukan dengan tepat oleh manajer atau atasan di suatu perusahaan.

sistem informasi

Persaingan antar perusahaan meliputi persaingan kualitas produk yang dihasilkan atau persaingan dalam mengambil hati para investor untuk perusahaan. Tentu kondisi semacam ini tidak akan mudah bagi manusia untuk menjalankannya tanpa dibantu dengan teknologi yang canggih.

Fungsi Manajemen Informasi

Manajemen sistem informasi dalam suatu perusahaan tidak hanya berguna untuk menjaga dokumen perusahaan dari oknum yang akan merusak suatu perusahaan namun juga bisa berfungsi sebagai berikut :

  1. Membantu perencanaan program kerja atau rencana pengembangan suatu perusahaan
  2. Menekan biaya pengeluaran dari perusahaan
  3. Mengidentifikasi masalah yang muncul pada suatu perusahaan.
  4. Meningkatkan produktivitas perusahaan
  5. Mengenali kebutuhan suatu perusahaan
  6. Mengenali suatu peluang dalam perusahaan
  7. Sangat membantu dalam investasi
  8. Mengawasi kegiatan operasional suatu perusahaan

sistem informasi

Fungsi manajemen informasi pada suatu perusahan di atas bergantung pada komitmen suatu perusahaan itu sendiri dan bagaimana perusahaan menjalankan fungsi manajemen sistem informasi di dalamnya.

Penerapan Manajemen Sistem Informasi

sistem informasi

Manajemen Informasi sering disingkat SIM dalam kegiatannya sering diterapkan pada beberapa bidang seperti yang sering kita lihat adalah Akuntan. Selain itu penerapan manajemen sistem informasi manajemen pada suatu perusahaan atau organisasi yakni

1. Decision Support System (DSS)

DSS merupakan proses pengelolaan dan manajemen informasi yang menggunakan suatu database untuk mengambil keputusan manajerial end. System berbasis komputer ini paling banyak digunakan para manajer suatu perusahaan untuk membantu pengambilan keputusan melalui pengamatan lingkungan kerja perusahaan.

2. Enterprise Resource Planning (ERP)

Enterprise Resource Planning terlihat dari namanya saja merupakan aplikasi untuk perencanan bisnis yang dapat dikelola dengan mudah. Konsep dalam aplikasi ini adalah mengelola bisnis melihat berdasarkan sumber daya yang dimiliki perusahaan misalnya mesin, material, SDM hingga waktu dan kapasitas produksi. Aplikasi ini banyak digunakan untuk perusahaan yang melakukan pengawasan yang memiliki beberapa unit bidang kerja dalam perusahaan.

3. Information Management System (IMS)

Sistem berbasis komputer ini berfungsi membantu perusahaan dalam menganalisis keputusan yang dibuat dan mencakup tugas dalam suatu perusahaan. Selain itu, IMS bisa menggabungkan fungsi dari beberapa sistem informasi dengan software komputer.

4. Supply Chain management (SCM)

Biasanya untuk perusahaan yang memproduksi suatu produk, sistem manajemen informasi ini sangat berguna karena menyajikan data terintegrasi dari pemasok, bahan baku, produsen hingga konsumen. Tentunya sistem komputerisasi ini akan berguna dalam peningkatan pemasukan perusahaan.

5. Knowledge Work System (KWS)

Sistem ini memberikan gambaran informasi atau pengetahuan baru untuk suatu perusahaan sehingga bisa menunjang pekerjaan para staf ahli di suatu perusahaan untuk dikontribusikan ke dalam perusahaan.

6. Information Reporting System (IRS)

Hampir sama dengan DSS yang memberikan informasi untuk manajerial end user. Sistem ini merupakan tahapan awal sebelum dilakukan proses TPS. Input yang bisa didapatkan dari IRS adalah laporan secara periodik atau sesuai situasi yang diinginkan.

7. Transaction Processing System (TPS)

Sistem yang satu ini bisa digunakan untuk memproses hasil dari transaksi yang telah dilakukan yang meliputi penjualan, pembelian maupun ketersediaan kapasitas. Hasil yang diberikan TPS bisa digunakan untuk manajemen gaji staff pada perusahaan dan juga inventarisasi.

8. Executive Information Systems (EIS)

Sistem manajemen informasi ini memenuhi kebutuhan pada manajemen tingkat lanjut dan bisa mengakses dengan lebih cepat tentang kunci untuk melakukan kegiatan dengan tujuan yang strategis bagi perusahaan. Sistem ini banyak dilakukan pada manajemen atas.

9. Office Automation System (OAS)

Sistem informasi ini bertujuan untuk mengolah, mengirimkan data dengan wujud komunikasi antar server komputer yang terintegrasi pada tiap user perusahaan. Biasanya OAS digunakan untuk komunikasi antara departemen satu dengan yang lain namun masih dalam satu lingkup perusahaan.

10. Artificial Intelligent (Ai)

sistem informasi

Sistem ini memaksimalkan kecerdasan buatan untuk menganalisis pemecahan dari suatu permasalahan dengan menggunakan pengetahuan dari ahli yang sudah dimasukkan dalam sistem. Dasar pengetahuan itu akan digunakan sebagai pemecah permasalahan bagi suatu perusahaan.

11. Computer Supported Collaborative Work

Manajemen sistem informasi ini memungkinkan tim untuk bekerjasama melalui akses komputer dan jaringan. Dalam hal ini dapat mencakup penggunaan software tertentu agar pekerjaan secara tim dalam suatu perusahaan dapat berjalan maksimal.

12. Group Decision Support System

Sistem manajemen dengan memanfaatkan aplikasi komputer ini memiliki fungsi hampir sama dengan AI yakni untuk memecahkan permasalahan, namun bedanya pemecahan ini dilakukan melalui kerja sama antar tim dalam suatu perusahaan. Hasil yang muncul dalam aplikasi untuk pemecahan masalah bisa berupa kuesioner, konsultasi atau dalam bentuk skenario dalam suatu perusahaan. Selain itu, fungsi lain dari GDSS adalah untuk memonitoring proses pengiriman barang beserta jadwal – jadwalnya dilengkapi dengan rute perjalanan dan kendaraan yang digunakan. Selain itu, aplikasi komputer ini juga bisa digunakan untuk melihat jumlah barang yang berhasil dikirim dan diterima serta memantau adanya pengembalian barang karena barang tidak laku atau rusak. Selain itu, software ini juga bisa membantu antar individu untuk menyumbangkan idenya dengan bebas sehingga proses diskusi tentunya akan berjalan lebih efektif.

Pada dasarnya sistem informasi manajemen antara satu dengan yang lainnya saling berkesinambungan. Hal ini untuk meraih tujuan awal dari perusahaan dan mengembangkan perusahaan. Penggunaan manajemen informasi berbasis komputer saling melengkapi satu dengan yang lainnya